Braja Yekti dibuka menjadi desa pertama kali pada tahun 1959 oleh jawatan transmigrasi seksi Way Jepara oleh bapak Harjo waktu itu Angkatan pertama berasal dari Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali sejumlah kurang lebih 250 KK 675 jiwa sebagai kepala rombongan bapak Wiryo Martono. Transmigrasi Angkatan kedua pada tahun 1961 sejumlah kurang lebih 170 KK 410 Jiwa sebagai Kepala Rombongan Bapak Marjo dan Bapak Sanrosit.
Peserta Transmigrasi tersebut mendapat jadup (jaminan hidup) selama 1 Tahun seperti sembako yang masing-masing juga mendapat jatah 0,25 Ha untuk pekarangan 0,75 Ha untuk peladangan dan 1 Ha untuk calon persawahan juga mendapat rumah tempat tinggal dengan ukuran 5X8 m beratap sirap berdinding papan dan mendapat alat pertanian cangkul, golok dan sabit.
Asal nama Desa Braja Yekti terdiri dari dua suku kata Braja dan Yekti, Braja Berati ilmu atau Aji dan Yekti berarti sejati.
Jaman dahulu kala seorang nenek moyang masyarakat Way Jepara Bernama Minak Brajo Selebah yang selanjutnya para pemuka dan tua-tua kampong berembuk menetapkan Nama-nama Desa Transmigrasi yang ditempatkan di Kecamatan Way Jepara kemudian ditetapkan berdasarkan huruf abjad A berarti Braja Asri sampai dengan Y berarti Braja Yekti Kecamatan Braja Selebah yang sampai sekarang Namanya diabdikan sebagai nama Kecamatan Braja Selebah.
Adapun urutan nama-nama Kepala Desa dan Pejabat Kepala Desa Braja Yekti terhitung dari Tahun 1961 sampai dengan tahun 2018 sebagai berikut :
|
No |
NAMA KEPALA DESA |
TAHUN PEMERINTAH |
|
1 |
Wiryo Martono |
1960 s/d 1962 |
|
2 |
Gito Sutopo |
1962 s/d 1965 |
|
3 |
Musair |
1966 s/d 1967 |
|
4 |
Mursid |
1967 |
|
5 |
Budiharjo |
1968 |
|
6 |
Ngadirin |
1969 s/d 1984 |
|
7 |
Jaini |
1984 s/d 1985 |
|
8 |
Rawan |
1986 s/d 1993 |
|
9 |
Rawan |
1994 s/d 2003 |
|
10 |
Edi Sunasib |
2004 s/d 2009 |
|
11 |
Edi Sunasib |
2010 s/d 2011 (PJS) |
|
12 |
Edi Sunasib |
2012 s/d 2017 |
|
13 |
Tukimantoro |
2018 s/d 2023 |
Keadaan umum Desa Braja Yekti secara geografis ekonomi sosial dan budaya relatif dan beragam yang merupakan satu diantara 4 desa di Kecamatan Braja Selebah sebagai desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK).